Jumat, Oktober 19, 2012

Fakhruddin Razzi


Sayang...
Terima kasih kau telah hadir dihidupku sudah satu tahun ini. Kamu masih ingat ? Ketika pertama kali kita bertemu, disalah satu majelis, ya sebut sajalah Majelis Rasulullah SAW. Alloh mempertemukan kita disana sayang. Dan aku sama sekali tidak dipertemukan dengan orang yang salah (lagi). Aku dipertemukan dengan orang yang baik seperti kamu. Aku seharusnya sangat berterima kasih sekali kepada-Nya, karena aku tidak dipertemukan dengan orang yang salah.

Hari demi hari, bulan demi bulan kita lewati bersama. Susah, senang, kamu selalu ada buat aku. Sayang, aku tidak tahu lagi harus mengungkapkan apalagi untuk mengungkapkan rasa sayangku kepadamu. Kamu adalah lelaki terbaik, kamu telah membuatku menjadi kuat dalam menghadapi berbagai hal. Ketika berbicara denganmu, kadang pikiran sangat terbuka untuk menyongsong masa depan yang lebih indah.

Sungguh, ketika aku membuat kau menangis, ada rasa penyesalan dari diri ini. Kenapa aku harus membuatmu menagis dengan ulahku ? Kamu harusnya bahagia, dan aku seharusnya membuatmu bahagia seperti kamu membahagiakan aku. Ketika aku mendengar kamu menagis lewat telpon, sediih rasanya. Tetapi inilah aku. Aku yang selalu mempertahankan egoku, aku yang selalu meninggikan emosiku, dan selalu ku lampiaskan kepadamu. Maafkan aku sayang.

Sayang...
Banyak rencana masa depan yang sudah kita rancang. Tetapi ada sedikit ketakutan jikalau apa yang sudah kita rencanakan tidak ada yang terwujud. Untuk menenangkan itu semua, aku selalu berfikir positif dan selalu semangat untuk bisa menggapai cita-cita kita. 
Tetapi...
Keyakinanku padamu sempat tergoyahkan, ketika kamu memutuskan untuk berhenti kuliah. Lalu pada akhirnya, kamu memutuskan untuk kuliah dengan mengambil jurusan yang baru. Dan dengan program belajar selama 4 tahun. Bukan waktu yang sebentar untukku. Mengingat aku sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir tahun ini. Entah mengapa, aku ingin cepat-cepat kamu menjadi suami aku, membina rumah tangga bersama. Tetapi karena keputusan yang sudah kamu buat, okelah aku mencoba untuk menyetujuinya. Berat memang, tetapi, sudahlah. Aku yakin, Alloh punya rencana indah untuk kita, asalkan, disetiap do'a kita, terus terselip kalimat, "mudah-mudahan dia jodohku..."

Sayang...
Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Karena kamu, hidupku jadi lebih indah, lebih semangat, lebih berwarna. Aku selalu berharap bahwa apapun yang kita lakukan sekarang, akan berdampak baik untu kedepannya, dan dipermudah semuanya. Amin :)

Salam Manis dari Kekasihmu,


Nurlayla Kodriyah
20102012 - 01:52 WIB

Minggu, Oktober 14, 2012

Bapak...

Sudah lama sekali saya tidak menulis BLOG, sekalinya mau nulis, yaaaa mau membicarakan tentang Bapak saya. Mulai saja yaaa...

Pah, tau gak lagu ini
"Ayah dengarlah...
Betapa sesungguhnya ku mencintaimu... "

Tau kan pah lagu itu, menggambarkan sekali perasaan anak kepada ayahnya, walaupun bibir ini jarang mengucap I LOVE YOU tetapi disetiap sujudku, kuterus mendo'akanmu. 
Setiap teman-teman menceritakan tentang ayahnya yang sukses, dalam hatiku iri pah. Mereka dengan gampangnya bisa mendapatkan uang dari ayahnya, tetapi aku ? aku berfikir 2 kali untuk bisa meminta uang dari bapak. Ketika teman-temanku dengan gampangnya mengisi kekosongan waktu luang mereka dengan kegiatan yang diberikan oleh ayahnya di kantornya, aku cuma berdiam diri di rumah tanppa melakukan apapun.
Jujur aku iri paaahhhh, aku sempat berfikir "kenapa sih bapak dulu gak kuliah ?" biar kaya ayah temanku.
Tetapi, dibalik itu semua, aku harus dan patut bangga dengan bapak. Kenapa ? Karena tidak ada bapak yaa yang seperti bapak.
Aku tidak bisa berjanji banyak dengan kehidupan dimasa depanku untuk menjadi "orang" yang bisa engkau harapakan, do'akan saja, agar aku bisa dengan mudah meraih kesuksesan dengan adanaya ridho dari-mu...bapak. Karena, ridho-mu adalah ridho-Nya juga.
Maaf yaaa pak, kalo selama ini aku selalu ngerepotin bapak, entahhhh, aku ingin sekali cepat membahagiakanmu dengan hasil dari kerja kerasku. Ya walaupun kau memang tidak meminta balas budi, tetapi aku ingin sekali agar bisa membahagiakanmu juga mamah dengan cara ku sendiri. 
Tetap do'akan aku yaaa paahhh.


LOVE,
Nurlayla Kodriyah
15102012-03.32 WIB

Rabu, Maret 14, 2012

Dan ku t'lah jatuh cinta
ku wanita dan engkau lelaki
perasaanku berkata
I'M FALLING IN LOVE

Yeeaahh, cinta lagi...cinta lagi yang akan aku tulis untuk yang kesekian kalinya. Cinta memang bisa membuat gelap menjadi terang, bau menjadi wangi, dan lain sebagainya. Entah apa yang aku rasakan saat ini, perasaan yang sangat bahagia . Aku bahagia...yeaah... hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaanku akhir-akhir ini. Lelaki itu yang selalu membuat bibir tebal ini tersenyum ketika berada di dekatnya bahkan jauh sekalipun. Ketika ku menulis sebuah cerita ini, akupun tersenyum juga ketika mengingat wajah dia, kelakuan dia..aaarghhhh aku sangat mencintaimu. Walaupun aku tidak pernah berbicara langsung akan hal ini, aku harap kamu merasakan apa yang aku rasakan.

Minggu, Februari 12, 2012

♥ DIA ♥

     Entah apa yang kurasakan saat ini, aku merasa bahagia karena Cinta. Cinta seorang pria yang benar-benar mencintaiku dengan tulus. Cinta yang selalu membuatku bahagia. Cinta yang selalu memberikan keceriaan dalam hidup. 
     Ya... Cinta itu datang dari seorang pria. Fakhruddin Razzi lah namanya. Semenjak kehadiran dia di sisiku, dia selalu membuat aku bahagia. Dia baik sekali sama aku. Rasanya, rasa Syukur ku kepada Tuhan tiada henti, karena Tuhan telah memberikan yang terbaik menurutku, mudah-mudahan menurutNya jua.
     Jika aku berada disisinya, dia tiada hentinya selalu membuatku tersenyum, melindungiku dengan kasih sayang yang dia miliki. Dia beda dari pria lain. Dia beda dari mantan-mantan aku sebelumnya. Dia juga sederhana pribadinya.
     Mungkin, kalian berfikir bahwa aku NORAK, tetapi yang aku rasakan ya seperti itu. Kalian tahu ? Setiap pagi dia selalu membangunkanku Sholat Subuh, bangun tidur di telpon sama dia, hanya ingin bilang bahwa, "aku kangen kamu..". Rasanya diri ini begitupun juga dia tak sabar duduk bersama dipelaminan yang begitu sederhana lalu hidup bersama dan hidup bahagia.
      Keinginan dia untuk menikahiku juga sangat kuat. Dia ingin menjadikanku Istrinya, karena menurutnya, aku adalah wanita terindah yang pernah dia kenal. Aku menganggap itu hanya sebuah lelucon, tetapi dari tatapan matanya, dia memang sungguh-sungguh ingin meminangku NANTI setelah kita sudah mendapatkan Gelar Sarjana. Akupun tidak sabar menunggu WAKTU yang benar-benar akan dan bisa menyatukan kita kelak dalam sebuah ikatan yang suci. Amin



LOVE

Sabtu, Januari 07, 2012

Sendiri...

     Didalam kesendirianku, ku merenung. Hidupku terlalu rumit untuk dijalani. Aku ingin mandiri, tapi aku takut untuk melakukan semuanya dari awal. Aku tidak ingin menyusahkan siapapun. Aku ingin menjadi anak yang bisa apapun sendiri. Aku tidak tahu ingin bercerita dengan siapa?? Aku hanya terdiam didalam kesendirianku. Aku kuat karena Allah SWT selalu ada buatku. Tapi aku ingin berbagi. Aku ingin berbagi kesedihanku dengan seseorang, Tapi lagi-lagi aku tak ingin ada yang tahu bahwa aku sedang dalam keadaan sedih. Aku menangis, menangis kencang, tapi tak ada yang mendengarku. Aku mencoba tertawa dihadapan semua orang, padahal hati ini sangat gundah. 
     Aku tahu bahwa tidak baik aku mengeluh dengan keadaan hidup seperti ini. Tapi aku hanya manusia biasa. Aku bukan Nabi yang bisa sempurna. Yang bisa kuat dengan keadaan serumit apapun. Aku ingin mendapatkan sesuatu dalam hidup ini. Tapi itu masih di awang-awang. Aku sendiri disini menangis, menangis dan menangis. Tanpa melakukan apapun. Aku ingin, tapi jasad ini MALAS untuk melakukannya. Sampai kapan aku terdiam seperti ini TUHAN ??? Bantu aku, bantu aku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku ingin mandiri. Jujur dari dalam hati bahwa aku tak kuat menghadapi semua ini. Aku tak kuat. Aku mau ceritaa. Atau aku mau teriak di sebuah keadaan yang sepi. Yang ada hanya AKU dan ENGKAU, Tuhan !!! Bantu aku TUHAN..bantu AKU......PLEASE !!! Aku menangis tanpa ada usaha. Ya ku tahu Engkau pasti tak suka. Maka dari itu beri aku KEBERANIAN untuk semua ini. Kuatkan aku dalam menghadapi cobaan ini. Ya memang aku tak perlu memikirkan semua ini. Tapi aku sudah DEWASA. Aku berhak memikirkan ini. Tunjukkan kekuasaanmu Tuhan !!