Sebenarnya aku malas untuk menyebut kata "masalah" sebagai suatu masalah. Aku lebih suka mengatakan pelajaran hidup sesungguhnya. Okay...aku akan memulai bercerita tentang pelajaran hidupku yang bisa dibilang menguji kesabaran, tetapi bisa belajar arti dari keikhlasan.
Aku mempunyai orang tua yang sangat aku hormati dan aku cintai. Singkat cerita setelah kepulangan dari tanah suci, Ibuku, jatuh sakit. Sakitnya Ibuku membuat yang tadinya riang menjadi gundah, senyum menjadi sedih, pokoknya sangat campur aduk perasaan yang ada.
Sakitnya Ibuku dibarengi dengan aku yang sedang melaksanakan tugas akhir ku sebagai seorang Mahasiswa (Ya..ditulisan sebelumnya aku pernah menulis tentang skripsiku) tentu kalian pikir tidak ada hubungannya. Tentu aku sebagai anak, sangat amat merasakan DOWN. Betapa sedihnya ketika aku mau sidang skripsi dengan melihat keadaan Ibuku yang sudah tidak GAGAH dari sebelumnya. Sampai sekarang, Ibuku belum kunjung sembuh. Akhirnya revisi skripsi ku terbengkalai karena harus urus rumah (tau lah pekerjaan rumah apa saja).
"kenapa tidak memakai jasa pembantu saja ?" Biaya pengobatan ibuku saja mahal, gimana mau bayar pembantu ? Aku bukan dari kalangan orang kaya, tapi berkecukupan. Pikirku, inilah saat baktinya anak kepada orangtua.
Untung aku mempunyai pacar sekaligus sahabat yang sangat membantuku untuk membangkitkan semangat. Aku berterimakasih untuk itu.
Berharap dengan adanya pelajaran hidup dari kehidupan aku yang sedang aku dan keluarga lalui dapat memberikan arti sesungguhnya kehidupan bahwa harus selalu bersabar dan ikhlas...